Terapkan Skema 3 Bek, Monaco Berhasil Ditaklukkan Juventus

Rabu dini hari WIB 10 Mei 2017, Monaco telah berhasil ditaklukkan oleh Juventus dengan skor 1-2 yang berlangsung di Juventus Stadium. Dengan hasil tersebut tentu saja dapat dipastikan bahwa langkah anak asuh Leonardo Jardim harus terhenti di semifinal pada Liga Champions 2016/2017. Maka, Juventus pun mengantongi tiket menuju final dengan agregat 4-1.

 

Monaco Terapkan Formasi Dengan 3-4-1-2

Pada 15 menit pertama pertandingan dimulai, Gianluigi Bufon cs memang terlihat kerepotan menghadapi lawannya, tapi setelahnya hingga leg kedua, Juventus nampak lebih superior dibandingkan Monaco. Tak hanya itu saja, laga yang dilangsungkan di kandang sendiri itu, membuat anak didikan Massimiliano Allegri nampak nyaman dan dominan ketika melakukan penyerangan.

 

Hal itu berbeda dengan sisi kubu Monaco, karena terjadi insiden yang tidak diinginkan. Ya, salah satu pemainnya, Nabil Dirar mengalami cedera ketika pemanasan. Padahal pria kelahiran 25 Februari 1986 itu telah dipersiapkan untuk bermain sejak di menit pertama. Karena terjadi kecelakaan tersebutlah, formasi andalan mereka 4-4-2, diganti menjadi 3-4-1-2.  Adanya perubahan tersebut tentu saja berdampak ekstrem pada tim.

 

Satu jam sebelum laga dimulai, pihak Monaco meluncurkan nama-nama pemainnya yang akan bertanding dan ada Nabil Dirar disana. Meskipun ada perubahan di bagian bek kanan Poker online karena telah disediakan Andrea Raggi, sedangkan gelandang tengah terdapat Joao Moutinho dan Tiemoue Bakayoko. Tapi saat Dirar cedera, nampak perubahan yang cukup besar, karena pada bagian sayap justru diisi oleh Benjamin Mendy, bukan Thomas Lemar. Padahal saat konferensi Pers, Leonardo Jardim mengungkapkan kalau Mendy belum pulih 100% dari cedera, sehingga tidak siap untuk berlaga.

 

Kegagalan Monaco Dengan 3 Bek

Pola bermain Monaco 3-4-1-2 hanya diterapkan saat menyerang saja, tapi ketika menguasai bola, pola formasinya 4-4-2 atau 4-2-3-1. Saat laga berlangsung, Kylian Mbappe bermain agak melebar ke kiri. Hal tersebut kemungkinan untuk mengekspoitasi sisi kanan pertahanan dari Si Nyonya Tua yang diisi Andrea Barzagli dan Daniel Alves.

 

Saat penerapan pola bermain yang demikian, nampak anak Jardim dapat menciptakan dua peluang di 15 menit pertama. Hal itu menunjukkan bahwa skema yang telah dibuat, terlihat efisien untuk menghadapi Bufon cs. Karena Juventus baru saja membuat peluang di menit ke 16. Tak hanya itu saja, Monaco juga menerapkan pressing dengan garis pertahanan yang tinggi.

 

Saat itu, Juventus nampak tidak siap dengan perbedaan pendekatan strategi yang diterapkan oleh Monaco pada leg pertama. Tapi ternyata, hal itu tidak berlangsung lama, karena Juventus perlahan dapat mengontrol laga. Mereka dapat menguasai bola lebih lama dan dapat melakukan serangan balik cepat. Meskipun begitu, untuk penyerangan, mereka menunggu saat yang tepat.

 

Skema yang baru saja dibentuk oleh Leonardo Jardim tidak menggoyahkan Juventus  terlalu lama, karena ternyata Buffon dkk dapat melihat kelemahannya. Hal itu terjadi saat lini pertahanan Monaco terlihat berantakan, setelah mereka gagal melakukan penyerangan. Lini transisi dari menyerang ke bertahan tidak terorganisir dengan benar dan rapi. Celah itulah yang dijadikan peluang untuk Juventus,

 

Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Juventus untuk menjebol gawang Monaco. Saat gagal saat sepak pojok, Juventus meluncurkan serangan balik dari sisi kiri, dengan memanfaatkan Alex Sandro. Serangan berlanjut dengan adanya Paulo Dybala yang berada di depan kotak penalti. Dia sangat leluasa menguasai bola dan memindahkkan serangan ke bagian kanan, pada Daniel Alves. Kemudian Alves memberikan umpan secara silang tajam ke Mario Mandukic .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *