Pemerintah Klaim Ada Banyak Investor Asing yang Tawar Blok Terminasi

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku bahwa pihaknya usdah menrima banyak proposal dari sejumlah perusahaan internasional. Proposal tersebut tertuju pada ketertarikan dari perusahaan-perusahaan asing tersebut dalam menggarap 8 buah blok migas yang diberikan oleh pemerintah pada awal tahun lalu. Adapun yang termasuk dalam delapan blok tersebut adalah dalam Wilayah Kerja (WK) yang mana dalam kontrak yang sebelumnya diterminasi oleh pemerintah dan juga pengelolanya ditugaskan ke Pertamina mulai tahun 2018 esok.

Tawaran Sudah Banyak yang Datang

I Gusti Nyoman Wiratmaja, Direktur Jendral Migas Kementrian ESDM mentakan bahwa perusahaan-perusahaan multinasional ini datang pada saat pemerintah mengatakan bahwa Pertamina bisa mengembalikan blok-blok migas ini kepada pemerintah apabila mereka tak sanggup untuk mengelolanya. Meskipun ia tidka menyebutkan nama perusahaannya, ia sempat menyebut Korporasi asal Cina, Rusia dan Malaysia lah yang sudah menyatakan minatnya.

Wiratmaja menyampaikan pernyataan saat ia ditemu di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Kamis (8/6) lalu, “Begitu mendengar bahwa Pertamina bisa mengembalikan blok-blok ini kepada peemrintah, banyak sekali perusahaan multinasional yang mengontak kami.” Ia menuturkan lebih lanjut bahwa keputusan penetapan mitra ini akan ditentukan pasca Pertamina menghitung keekonomian 8 blok migas itu.

Dan menurut Wiratmaja, Pertamina minta tambahan waktu sebulan untuk melakukan valuasi pada asset-aset yang terdapat pada blok migas. Berdasarkan rencana yang ada, kesanggupan Pertamina dalam mengelola ini akan bisa diketahui pada akhir Juni ini. “Kami memang mengharapkan Pertamina bisa mengelola 8 blok terminasi ini karena potensinya memang menjanjikan,” ungkap Wiratmaja.

Mencari Mitra Sampai ke Cina

Sementara itu, Ignasius Jonan, Menteri ESDM mengunjungi Cina guna menemui sejumlah 3 perusahaan migas yang ada di negara Tirau Bambu tersebut. Tiga perusahaan tersebut antara lain China National Petrolium Coorporation (CNPC), China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) dan China Petrochemical Corporation (Sinopec). Maksud dan tujuan Jonan ke perusahaan-perusahaan togel tersebut adalah untuk menawarkan investasi hulu migas melalui lelang WK yang mana diadakan oleh pemerintah dan kemitraan dengan Pertamina juga dalam proyek menggarap blok terminasi itu.

Menurut Ignasius Jonan, ketiga perusahaan itu memang memiliki reputasi yang baik dilihat dari posisinya yang ada dalam daftar Fortune 500 di mana ketiga perusahaan tersebut menduduki peringkay 3,4 dan 109. CNPC menduduki peringkat 3, sedangkan Sinopec ada di peringkat ke-4 dan CNOOC ada di posisi ke-109. Sementara itu, Pertamina duduk manis di posisi ke220 dalam daftar yang sama juga. “Sya mengundang mereka semua untuk meningkatkan investasi hulu migas Indonesia,” ungkap Jonan melalui siaran pers.

Perlu diketahui bahwa pada awal tahun lalu, Pemerintah Indonesia melakukan terminasi kontrak atas 8 WK migas. Dan setelah diterminasi, pemerintah mendaulat Pertamina untuk mengelola blok-blok migas itu. Dan rencananya, kontrak bagu 8 blok itu akan menggunakan rezim kontrak bagui hasil produksi gross split.

Dari jumalh 8 blok itu, ada total 5 di antaranya yang merupakan peralihan dari kontraktor yang beda. WK migas itu sendiri terdiri dari Sanga-Sanga yang dioperatori oleh Virginia Indonesia Co LLC, sedangkan blok South East Sumatra yang mana dioperori oleh CNOOC SES Ltd dan lok Tengah dioperatori oleh Total E&P Indonesie, sedangkan blok East Klaimantan dioperatori oleg Chevron Indonesia Company dan blok Attaka yang mana sebelumnya dioperatori oleh Inpex Corporation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *