Lagi dan Lagi, Larangan Perjalanan Trump bagi Warga Muslim ditolak di Pengadilan

Pemerintah presideng Trump sekali lagi harus mengalami kekalahan di pengadilan dalam upayanya melarang masuk warga dari sejumlah negara yang mayoritas muslim. Hari Senin (12/6), pengadilan Banding yang ada di San Francisco menguatkan keputusan pengadilan sebelumnya yang membekukan larangan masuk warga dari sejumlah enam negara selama kurun waktu 3 bulan.

Alasan ditolaknya Permintaan Trump

Alasan mengapa pengadilan tidak bisa menyanggupi permintaan Trump tersebut adalah karena Trump telah gagal membuktikan bahwa masuknya warga negara dari enam negara yang dilarangnya itu akan merugikan kepentingan Amerika. Tetapi pengadilan mengizinkan bahkan masih menghimbuau pemerintah untuk meninjau kembali orang-orang yang akan masuk ke Amerika.

Kebijakan imigrasi yang mana sering sekali digunakan untuk larangan perjalanan itu digugat oleh negara bagian Hawaii. Seperti yang santer diberitakan bahwa tadinya Presiden controversial Donald Trump itu akan melarang warga negara dari Libia, Iran, Somalia, Suriah, Yaman dan Sudan masuk ke Amerika Serikat selama 90 hari. Pemerintah juga menginginkan larangan poker online masuk ke wilayah Amerika Serikat selama 120 hari bagi para pengungsi.

Keputusan yang dibuat oleh pengadilan di San Francisco mirip dengan apa yang menjadi keputusan pengadilan Richmond, Virginia, yang mana menguatkan keputusan hakim yang ada di Maryland. Keputusan itu menolak kebijakan imigrasi dari Presiden Trump. Tim pengacara yang didaulat oleh negara Hawaii menyebutkan dan bahkan menggambarkan bahwa larangan tersebut adalah ‘larangan terhadap warga Muslim.’

Ketika berkampanye di pemilu presiden, Trump menyerukan bakal mengeluarkan larangan total masuknya seluruh warga Muslim. Seruan itu lah yang lantas menuai kecaman dari dalam negeri maupun dari pihak internasional. Dan beberapa waktu lalu, Trump, di akun twitternya, menulis bahwa pihaknya menginginkan rancangan larangan yang lebih ketat lagi dalam upaya mencegah serangan terorisme di Amerika.

Upaya Trump Gagal Lagi

Sebelumnya, pada bulan Februari 2017 lalu, Pengadilan Federal AS menolak banding yang datang dari administrasi Presiden Trump di mana ia meminta agar larangan perjalanan yang dihadang oleh  hakim federal sebelumnya kembali diberlakukan. Keputusan yang dikeluarkan tersebut berarti bahwa larangan perjalanan akan terus ditunda sampai dengan kasus itu ditelaah secara menyeluruh.

Pengadilan memberikan tenggang waktu sampai seminggu setelah itu, pada Gedung Putih dan pemerintahnya untuk memberikan argument tambahan. Pengacara negara pada saat itu menyatakan bahwa larangan perjalanan yang berdampak pada tujuh negara tersebut tidak sesuai konstitusi. Kementrian Kehakiman mengatakan bahwa negara bagian tak punya wewenang untuk mennantang perintah eksekutif Trump. Mereka juga tidak memiliki wewenang untuk mempertanyakan penilaiannya terhadap risiko keamanan nasional.

Dan dalam pendapat bandingnya, pemerintah saat itu menyatakan bahwa Presiden Trump, dalam kasus ini, punya ‘otoritas yang tak bisa ditinjau ulang’ dalam mencegah orang-orang asing yang memasuki negara tersebut. Pemerintah saat itu juga menambahkan bahwa putusan Hakim James Robart di Seattle itu masih terlalu umum. Kementrian juga menyatakan bahwa pitusan Hakim Robart itu juga bertentangan dengan putusan hakim federal yang ada di Boston yang mana menegaskan perintah eksekutif Trump.

Dan sekarang ini, kembali lagi, ‘keinginan’ Trump untuk melarang warga negara Muslim yang akan masuk ke Amerika Serikat dari sejumlah negara mayoritas Muslim ditolak lagi oleh pengadilan. Banyak pro dan kontra atas keputusan hakim ini terlebih lagi dari netizen dan juga dari pemerintah Trump yang sudah berupaya mengajukan banding sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *