Sekilas Tentang Film Pendek Memoria

Bagi Anda yang  mengaku penggemar film, pernahkan Anda mendengar nama Kamila Andini? Sutradara muda ini adalah putri sulung dari legenda perfilman Indonesia, Garin Nugroho yang barus saja merilis film  pendek terbarunya, yaitu Memoria. Film ini juga telah ditayangkan secara perdana di Jakarta. Kamila sendiri mengatakan bahwa karya film pendeknya tersebut paling menguras emosi. Anda penasaran? Simak ulasannya berikut ini.

 

Review film Memoria

Film ini mengangkat cerita tentang kehidupan di Timor Leste yang sudah tak menjadi bagian dari Indonesia lagi. Karakter utama pada film Memoria adalah seorang perempuanyang tetap saja terus terluka dan menjadi korban walaupun perang sudah usai dan Negara tersebut telah mendeklarasikan kemerdekaannya. Pada film berdurasi 45 menit ini digambarkan bagaimana sebagian masyarakat, terutama para wanita yang harus menanggung derita. Film ini dikisahkan dengan sudut pandang dua orang perempuan berbeda generasi, yaitu Maria dan anak perempuannya yang sama-sama mencari makna dari kebebasan.

 

Film ini berawal dari kisah Maria, yang diperkosa oleh seorang tentara pada saat perang ketika Timor Leste berusaha membebaskan diri dari Indonesia. Tak hanya dirinya banyak perempuan togel online setempat yang juga menjadi korban pemerkosaan para tentara. Perang yang meletus di sebuah kota kecil bernama Ermera tersebut tak hanya menyebabkan korban jiwa tetapi juga harga diri dan kehormatan para wanita lokal. Akibat perkosaan ini Maria akhirnya hamil dan lahir anak perempuannya yang diberi nama Flora. Walaupun mengalami trauma yang luar biasa, tetapi Maria berupaya tegar sambil membesarkan anak yang dilahirkannya.

 

Sebaliknya Flora, di masa dewasanya mencoba membuat pernikahan sebagai tameng untuk melindungi dirinya dari ketidakbahagiaan. Ibu dan anak tersebut mencoba untuk berjuang menemukan makna kemerdekaan dan kebebasan yang sebenarnya dalam hidup mereka. Selain mengangkat cerita tentang luka para wanita pada peristiwa perang, isu lain yang ingin dibawa pada film ini adalah mengampanyekan isu kekerasan terhadap para wanita di Timor Leste. Fakta bahwa Timor Leste sudah merdeka ternyata kebebasan masih menjadi hal yang terus dipertanyakan hingga saat ini.

 

Sebagaimana yang dapat Anda saksikan dalam adegan-adegan di film Memoria ini, meningkatnya tindak kekerasan kepada wanita di Timor Leste semakin hari juga semakin memprihatinkan. Kondisi ini dikatakan terjadi akibat kesalahan dalam tafsir kebudayaan dimana kekerasan pada wanita atau KDRT bukanlah merupakan kejahatan melainkan urusan pribadi. Karena telah dianggap dibeli pada saat perkawinan dengan menggunakan mahar nikah para wanita dianggap sebagai property milik suami. Dengan demikian suami berhak melakukan apa pun kepada istrinya.

 

Selain itu bagi para wanita di Timor Leste pada masa pendudukan tentara Indonesia tahun 1975 – 1999 adalah suatu bencana. Beberapa oknum tentara secara berulang memperkosa mereka yang dapat dikatakan sebagai taktik penundukan menggunakan kekerasan seksual pada masa konflik. Cerita-cerita kelam ini hampir tak terdengar dan tak terusik serta menjadi rahasia yang dibawa hingga akhir hayat. Laporan tentang korban konflik tersebut baru direspon di tahun 2016, dimana pemerintah baru menyetujui tindak pemulihan korban dampak perang serta perlindungan bagi wanita lebih dari satu decade kemudian.

 

Para korban kekerasan seksual di Timor Leste ini mengalami trauma berat yang membuat mereka sulit untuk didekati, tertutup, sulit bergaul, bahkan beberapa mengalami gangguan kejiwaan. Kamila Andini terbukti sukses dalam mengadakan riset dimana ia selama berbulan-bulan sebelumnya berusaha memahami budaya dan adat Timor Leste sebelum mulai melakukan wawancara terhadap korban kekerasan seksual tersebut. Terlepas isu kekeresan terhadap perempuan yang diangkatnya, faktanya film ini masuk dalam daftar nominasi film pendek terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2016. Film Memoria juga sukses meraih penghargaan pada ajang Jogja-netpac Asian Film Festival.

 

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *