Jangan Kaitkan Agama Terhadap Konflik Di Myanmar

Konflik kemanusiaan yang berkepanjangan yang terjadi di Myanmar memang semakin memprihatinkan, terlebih banyak pihak yang semakin memperkeruh keadaan sehingga tak jarang semakin memanaskan perseteruan. Bahkan kini konflik tak hanya panas di Myanmar saja. Di Indonesia juga menjadi negara yang terpancing oleh oknum-oknum yang tak jelas tujuannya untuk memecah hubungan antar agama. Bahkan banyak massa yang melakukan aksi untuk mengutuk ketidamanusiawian dari aparat Myanmar terhadap Rohingya didepan kantor kedubes Myanmar.

 

Sebenarnya hal tersebut tidaklah salah, namun alangkah lebih baik jika dibicarakan dengan kepala dingin, dengan adanya aksi tersebut dapat membuat usaha pemerintah Indonesia melakukan pendekatan kepada pemerintahan Myanmar bisa berdampak gagal. Terlebih Indonesia merupakan negara satu-satunya dipercaya pemerintah Myanmar.

 

Ketidak keterkaitannya agama terhadap konflik Myanmar

Dubes Indonesia untuk Myanmar (Ito Sumardi) menegaskan, timbulnya konflik Rohingya bukan sebabkan karena faktor keagamaan. Ito memastikan jika kehidupan antar beragama di Myanmar berjalan baik termasuk dengan warga muslim. Dirinya menjelaskan, jika kehidupan warga di Myanmar bisa dikatakan berjalan tenang dengan harmonis. Dirinya bahkan masih dapat mendengar adzan berkumandang dibeberapa Masjid yang ada di Myanmar saat ini. Terlebih umat muslim yang ada di Myanmar juga bisa melalukan pemotongan Qurban ketika menjalani hari haya idul adha waktu lalu.

 

Dirinya menegaskan tak sependapat jika konflik yang terjadi di Myanmar didasari karena agama, sebab warga di Myanmar masih saling menghormati. Dirinya menilai hal yang memicu terjadinya konflik terdapat dari beberapa dimensi termasuk juga masalah politik. Sebab Rohingya adalah etnis yang masih melakukan usaha untuk mendapat persetujuan sebuah politik untuk bisa hidup di Myanmar.

 

Sedangkan dari dimensi sosial, kehidupan mereka berjalan baik dengan masyarakat setempat, mereka juga mempunyai lahan pertanian yang dijadikan sebagai mata pencaharian. Warga Rohingya juga hidup berdagang dan belanja sama seperti lainnya dengan warga lokal sampai terjadinya sebuah serangan dari kelompok bersenjata sehingga memicunya konflik. Tutup Ito.

 

Sehingga sangat sulit dikaitkan konflik kemanusiaan yang terjadi di Myanmar dikait-kaitkan dengan masalah agama yang bisa memecahkan kerukunan beragama.

 

Kejelasan terkait kasus di Myanmar terhadap agama

Sudah banyak pihak yang meminta masyarakat jangan tepropovasi tentang konflik yang saat ini terjadi di Myanmar, terlebih konflik yang mengaitkan antar agama sehingga bisa menggiring kebencian terhadap suatu agama atau etnis. Banyak hal yang memicu timbulnya konflik yang mungkin tak diketahui diluar pemerintahan Myanmar. Pemerintahan maupun masyarakat luar harus mencari informasi mendalam terlebih dulu sebelum memberikan informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut sehingga tak menimbulkan kebencian antar agama.

Prof. DR Tulus Warsito (guru besar hubungan internasional UMY) menjelaskan, konflik yang terjadi di Myanmar sangat tak relevan apabila hanya dikaitkan dengan isu agama, melainkan juga meliputi permasalahan Perbatasan, Pluralisme dan kewarganegaraan. Tiga hal tersebut mengakibatkan warga Rohingya ingin Rakhine menjadi negeri mereka, dan untuk mengatasi masalah tersebut harus dibawa dijadikan isu internasional.

 

Wakil ketua Muhammadiyah disaster Management center (Rahmawati Husain) menjelaskan jika konflik di Myanmar merupakan sejarah panjang, dan semakin panas akhir-akhir ini. Menurut Ali Muhammad (dosen hubungan internasional UMY) menjelaskan jika konflik di Myanmar adalah kasus “ethnic cleansing” yaitu sebuah negara yang menganggap negara perlu melakukan penghapusan etnis tertentu. Namun ASEAN tak bisa turun tangan mengatasi konflik poker online tersebut karena mempunyai prinsip non Interference yaitu setiap negara harus saling menghormati serta tak mencampuri urusan yang terjadi dalam negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *