Georgia Tersingkir, Fitriani Langsung Melenggang

Georgia Mariska Tunjung, pebulu tangkis tunggal putri harapan Indonesia sayang sekali harus langsung tersingkir di babak pertama dalam ajang Makau Terbuka Grand Pix Gold yang diselenggarakan pada hari Rabu, 8 November 2017 kemarin. Pemain muda 18 tahun ini ditaklukkan oleh Cai Yanyan, wakil dari China.

Duel Sengit Georgia dan Cai Yanyan

Dalam duel mereka yang berdurasi 56 durasi, pemain bulu tangkis muda harapan Indonesia yang menyabet gelae kejuaran Dunia Bulu Tangkis Junior 2017 bulan lalu itu harus kalah dengan angka 14-21, 21-15, dan 13-21. Hal ini memberikan anggapan bahwa sampai saat ini baru Fitriani saja yang mampu melewati rintangan yang pertama sesudah ia menyingkirkan pemain Jepang yakni Ayumi Mine dengan skor 21-12, 18-21, 21-19. Dan secara keseluruhan ada 6 wakil tunggal putri Indonesia yang mana tampil di dalam ajang bergengsi ini. Tiga orang pemain yang sudah tersingkir terlebih dahulu antara lain ada Rusydina Antardayu Riodingin, Yulia Yosephin Susanto selain Georgia sendiri. Yulia sendiri terpaksa harus kalah dari unggulan nomor 7 dari Jepang yakni Haruno Suzuki dengan skor 15-21, 16-21. Sementara itu, Rusydina harus kalah dari Yen Mei Ho, wakil dari Malaysia dengan skor 17-21 dan 10-21. Tentu saja hal ini sedikit mengecewakan pecinta bulu tangkis Indonesia karena jagoan yang digadang-gadang harus angkat koper terlebih dahulu.

Dua pemain yang lainnya yakni Ruselli Hartawan dan juga Jesica Muljati baru akan berlaga. Ruselle sendiri bertemu dengan wakil Taiwan yakni Pai Yu Po. Sedangkan Jessica akan bertemu dengan Sung Shou Yun. Bagaimana dengan sektor putra? Dari sektor putra, ada satu kabar gembira yakni saat tunggal putra Firman Abdul Kholik yang menant atas wakil yang menjadi unggulan ke-9 dari Taiwan yakni Lin Yu Hsien. Firman sendiri menang rubber game dengan skor 17-21, 21-16 dan juga 21-12 hanya dalam waktu 58 menit.

Georgia Sempat Juara

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Georgia sempat menjadi juara dan juga menuntaskan misinya pasa kejuaraan yang bergengsi juga yakni Kejuaran Dunia Bulu Tangkis Junior tahun 2017 dengan raihan medali emas. Pada saat itu ia juga mengalahkan wakil dari China yakni Han Yue. Pada partai final yang diselenggarakan pada hari Minggu,  22 Oktober 2017 tepatnya di GOR Amongrogo Yogyakarta,  Georgia mengalahkan Han Yue dengan skor 21-13, 13-21 dan 24-22. Kemenangan Georgia itu adalah mimpi yang akhirnya menjadi nyata baginya di penampilan terakhirnya di event itu. Tahun depan pasalnya ia tak bisa lagi berpartisipasi dalam ajang itu karena usianya lah yang tidak lagi memenuhi syarat.

Saat itu Georgia yang diunggulkan pada nomor 3 membuka gim pertama dengan amat sangat baik. Ia saat itu langsung saja unggul dengan skor 5-0. Han saat itu sempat mencoba untuk menepis selisih skor dengan raihan 3 poin secara beruntun akan tetapi beruntungnya kendali permainan bandar togel sgp yang saat itu ada dipegang oleh Georgia dan kendali permainan itu belum juga pindah haluan.

Akhirnya dengan hasil yang Georgia capai saat itu Indonesia dipastikan bisa mendapatkan 2 medali emas untuk kategori perorangan pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior pada tahun 2017. Dan sebelumnya juga pasangan ganda campuran Indonesia yakni Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari bisa juga meraih medali emas sesudah mereka menang di all-indonesians final yang saat itu melawan Rehan Naufal Kusharjanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *