Wonder Woman 2 Bakal dirilis Lebih Awal

Para penggemar Gal Gadot nampaknya patut bersenang hati karena film superhero perempuan, Wonder Woman 2 pasalnya dijadwalkan akan tayang lebih awal. Semula, film ini dijadwalkan tayang pada tanggal 13 Desember 2019 namun ternyata Wonder Woman 2 akan tayang di bioskop seluruh dunia mulai tanggal 1 November 2019, satu setengah bulan lebih cepat.

Dengan tanggal perilisan baru ini, film yang menuai banyak kesuksesan ini mempunya competitor saat dirilis pada tanggal 1 November 2019 tersebut. Sebut saja Bond 25 yang akan juga tayang perdana di pekan setelah Wonder Woman 2 dirilis. Patty Jenkins, sebagai suyradara dari Wonder Woman 2 kembali lagi mengarahkan sekuel ini dan Gal Gadot masihlah menjadi pemeran utama dari sosok Wonder Woman.

Pada awalnya, pihak Warner Bros menjadwalkan akan merilis Wonder Woman 2 pada bulan Desember. Akan tetapi ketika Lucasfilm mengubah tanggal perilisan dari Star Wars: Episode IX dari bulan Mei 2019 jadi musim liburan, Warner Bros. karena itu, DC Films lalu mengubah tanggal mereka guna menghindari kompetisi.

Ada Persaingan dengan Film Lainnya

Meskipun Wonder Woman sebelumnya menuai banyak kritik yang sangat positif, dan sekuelnya ini diprediksi akan menuai kesuksesan yang sama bahkan lebih besar daripada sekuel togel online yang pertamanya, nampaknya menyandingkan Wonder Woman 2 dengan sekuel film beken sekelas Star Wars dianggap bukanlah suatu keputusan bisnis yang bisa dikatakan bijak.d dilansir dari CNN Indonesia, Star Wars: The Force Awakens sendiri meraup setidaknya US $936 juta atau setara dengn Rp. 12,7 triliun secara kancah domestic. Dan sekuel selanjutnya, Star Wars: The Last Jedi diprediksi bakal meraup pendapatan kotor sebanyak US $200 juta atau setara dengan Rp. 2,7 triliun dalam akhir pekan pembukaan film tersebut.

Banyak Film Sukses dirilis pada Awal November

Selain itu juga muncul rumor bahwa film buatan Marvel dan juga Fox akan dirilis juga pada tanggal 22 November 2019 yang mana tentu saja membuat posisi Wonder Woman 2 makin banyak saingan. Kompetisi sengit pun diprediksi akan berlangsung dalam pekan panas tersebut. Film ke-9 Star Wars tersbeut nampaknya menjadi suatu faktor yang besar untuk merubah jadwal rilis Wonder Woman 2. Akan tetapi kesuksesan Marvel dalam perilisan setiap November bisa dikatakan jadi bahan pertimbangan studio raksasa itu.

Sebut saja, Thor: Ragnarok yang mana dirilis bulan November ini meraih keuntungan sebesar kira-kira US$121 juta atau jika dirupiahkan sebanyak Rp. 1,6 triliun secara domestic di 3 hari pertamanya saja. Sementara itu, Doctor Strange yang mana dirilis di pekan yang sangat baik bisa meraup keuntungan sebesar US$232,6 juta atau setara juga dengan Rp. 3,1 triliun. Bisa disimpulkan jika memang akhir pekan pertama November dianggap ampuh dalam menguntungkan film-film pahlawan super. Karena itu lah, Wonder Woman 2 pun harus sukses dan juga meraih banyak keuntungan.

Seperti yang sudah diketahui bahwa film Wonder Woman yang pertama menjadi film superhero perempuan yang paling sukses. Dilansir dari CNN Indonesia, film itu bisa meraup keuntungan sebesar US$ 653,9 juta atau setara dengan Rp. 8,7 triliun dari box office dunia. Dengan angka yang sedemikian fantastisnya, Wonder Woman sudah mengalahkan pemegang rekor yang sebelumnya yang mana disbanding oleh Mamma Mia. Film tersebut juga disutradarai oleh perempuan yakni Phyllida Llyod pada tahun 2008 dan bisa menghasilkan keuntungan sebesar US$ 609,8 juta.

Krisis Sosial dan Politik, Jalan Buntu atas Separatis Papua

Krisis sosial, ekonomi dan politik termasuk kesenjangan pendidikan menjadi alasan kuat bagi para separatis Papua atau dikenal dengan istilah Gerakan Papua Merdeka (OPM) untuk melakukan aksinya. Kini, wilayah Indonesia bagian timur tersebut kembali bergejolak setelah OPM dituduh menyandra beberapa warga termasuk merusak beberapa bangunan atau kios warga setempat. Pihak militer Indonesia ditekan untuk segera melakukan tindakan yang tepat untuk meredam aksi OPM.

Konflik yang Kembali Terjadi

Pihak berwenang Indonesia dan kelompok separatis bersenjata berada dalam kondisi yang tegang. Seperti sebelumnya, konflik ini juga terjadi di dekat tambang besar milik AS (Freeport) di provinsi timur Papua. Hingga saat ini, kondisi masih cukup mencekam. Belum ada tindakan resmi yang mengarah pada ‘pembersihan’ aksi separatisme dan terorisme di Papua yang dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM. Negara juga sepertinya belum memperhatikan secara penuh.

Walau demikian, beberapa waktu lalu, sekitar 700 personil militer Indonesia yang bersenjata berat mengepung dua desa di dekat tambang emas dan tembaga Freeport-McMoRan, di mana mereka mengklaim sebuah kelompok separatis bersenjata telah melakukan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk dan menuntut keinginan mereka segera dikabulkan. Penduduk desa juga telah dihadang untuk memasuki atau meninggalkan komunitas kecil mereka selama dua hari, namun sejauh ini mereka tidak dilukai.

Aktivitas penyanderaan ini masih dipertanyakan kebenarannya. Berbagai pendapat dikeluarkan oleh beberapa pihak. “Orang-orang ini berasal dari kelompok kriminal yang melakukan kekerasan dan intimidasi – yang mereka inginkan adalah perang,” kata kepala polisi setempat Victor Dean Macbon kepada AFP. Dia melanjutkan; “Untuk saat ini kami memprioritaskan tindakan pencegahan. Kami masih belum memaksa masuk karena kami tidak ingin warga desa menjadi korban,” tambahnya.

Kelompok separatis, bagian dari Gerakan Papua Merdeka (OPM), diketahui telah melakukan pemberontakan yang telah berlangsung lama yang ditandai dengan serangan kekerasan berkala terhadap beberapa anggota brimob atau petugas yang berjaga. Ini adalah tindakan separatis yang kembali terjadi dan membutuhkan solusi yang mendasar.

Tidak Ada Penyanderaan

Para pendukung kelompok tersebut dan seorang pejabat di badan hak asasi manusia di Indonesia mengatakan bahwa orang-orang bersenjata tersebut tidak menahan sandera penduduk lokal, melainkan melindungi penduduk dari polisi dan militer. Natalius Pigai, seorang pejabat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia asal Papua, mengatakan bahwa penduduk desa khawatir terhadap militer dan menyarankan agar melakukan kampanye togel online hubungan masyarakat untuk menggambarkan separatis sebagai penjahat.

“Orang-orang ketakutan, karena itulah (kelompok Papua Merdeka) berjaga-jaga … agar militer tidak bisa masuk,” katanya, menambahkan bahwa banyak pria bersenjata memiliki anggota keluarga di desa-desa. Dia melanjutkan; “Saya jamin tidak ada situasi sandera. Tidak mungkin mereka menahan sandera keluarga mereka sendiri.”

Seorang juru bicara kepolisian Papua mengatakan bahwa kelompok tersebut berusaha mengganggu aktivitas di tambang terdekat, namun Freeport mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima tuntutan dari kelompok tersebut dan operasinya tidak terpengaruh. Ya, Papua menghadapi pemberontakan tingkat rendah karena dianeksasi oleh Indonesia pada akhir tahun enam puluhan, dengan tambang Freeport sering menjadi titik konflik dalam perjuangan untuk kemerdekaan karena merupakan bagian yang lebih besar dari sumber daya daerah yang kaya.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka telah berkomunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan. Namun, kepala militer utama Indonesia, Gatot Nurmantyo memperingatkan bahwa militer siap untuk mengakhiri krisis dengan cara yang “keras” jika perundingan gagal. Memang, sedari dulu pihak militer sebenarnya bisa melakukan ‘pembersihan’ jika diizinkan. Namun, sepertinya ada pembiaran terhadap Gerakan Papua Merdeka ini.