Owi/Butet Kalahkan Unggulan Pertama Tiongkok di Final Indonesia Open 2017

Setelah berhasil mengirimkan satu pasangan Indonesia terbaik di turnamen Indonesia Open 2017 ini, ternyata Owi dan Butet berhasil untuk menjalankan misi mereka dengan meraih gelar perdana di tahun ini tadi malam. Meskipun hanya satu gelar, namun ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan sebab pasangan ganda campuran terbaik Indonesia ini berhasil mengalahkan ganda terbaik dunia asal Tiongkok dua set langsung.

Owi/Butet Kandaskan Pasangan Tiongkok Dalam Final Indonesia Open 2017

Mengirimkan beberapa wakil Indonesia di ajang Indonesia Open 2017 ini, ternyata hanya satu pasangan saja yang berhasil menembus final dewa poker yaitu Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir. Sedikit pesimis mungkin dirasakan oleh para penonton di JCC Plenary Hall mengingat fakta keduanya bertemu dengan unggulan pertama wakil dari Tiongkok yaitu Zheng Siwei dan juga Chen Qingchen. Belum lagi Butet yang merupakaan panggilan akrab dari Lilyana Natsir juga mengalami cedera dan belum sepenuhnya sembuh. Harapan jelas hanya bertumpu pada mereka saja yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia sekaligus berusaha menyelamatkan nama baik apalagi menjadi tuan rumah.

Namun ternyata kekhawatiran berlebihan itu tidak terbukti sebab wakil sekaligus pasangan peringkat pertama dunia asal Cina itu justru takluk dalam dua set langsung sehingga pasangan Indonesia ini tidak perlu memperpanjang durasi permainan hingga game ketiga. Mereka berhasil menekuk pasangan Tiongkon dengan 22-20 dan 21-15. Sempat mendapatkan perlawanan ketat di game pertama hingga pasangan Tiongkok memaksakan Deuce, permainan ketat ini masih terjadi hingga pertengahan poin sehingga membuat stadium yang berkapasitas sekitar 2500 orang ini sekaligus dengan para penggemar bulutangkis di rumah menjadi berdebar-debar apalagi ini game terakhir.

Setelah empat laga berakhir, sontak pandangan setiap mata tertuju pada laga terakhir yang menampilkan pasangan dunia terbaik saat ini dan pasangan terbaik yang berhasil meraih medali emas Olimpiade 2016 silam. Namun setelah itu, pasangan Indonesia berhasil untuk lepas dari bayang-bayang tekanan. Apalagi akan sangat merugikan bagi pasangan Indonesia apabila pasangan Tiongkok berhasil untuk memaksakan permainan hingga game yang ketiga. Pasangan yang sudah tidak muda lagi ini mungkin nantinya akan kewalahan menghadapi pasangan Tiongkok yang usianya jauh lebih muda ditambah lagi Butet masih dilanda cedera sehingga tugas Owi semakin berat.

Gelar Owi/Butet yang Pertama Dalam Indonesia Open 2017

Beruntung kerja keras kedua pasangan ini termasuk dukungan dari mayoritas warga Indonesia bisa membuat dua game berakhir dengan cukup cepat tanpa game ketiga sehingga berhasil mencetak debut pertama kedua pasangan di Indonesia Open ini. Tidak heran setelah mengalahkan pasangan Tiongkok unggulan pertama ini, keduanya langsung disambut dengan sorak sorai para penonton di dalam stadium serta teriakan dari para pendukung. Kemenangan ini memang sangat berharga bagi keduanya sebab meskipun mereka adalah peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 silam, namun ini merupakan gelar pertama mereka sebagai pasangan ganda campuran sehingga kebanggan bertambah.

Belum lagi mereka meraih gelar ini ketika berada di Indonesia yang notabennya merupakan tuan rumah. Bahkan ketua umum dari PBSI, Wiranto pun turut bangga dan senang karena beliau juga berada di dalam stadium tersebut dan menyaksikan secara langsung babak final dari superseries ini. Keduanya mampu membuktikan bahwa usia dan juga cedera yang sedang dialami oleh Butet bukan menjadi hambatan dari pasangan Indonesia untuk tetap memberikan yang terbaik sekaligus menjadi inspirasi bagi para pemain muda untuk berkembang juga lebih baik.

Meskipun Tiongkok masih tetap mendominasi kemenangan dalam Indonesia Open 2017 ini, namun tetap saja pasangan ganda campuran terbaik masih menjadi tumpuan utama dalam turnamen ini.

Tontowi Tentang Pertandingan Simulasi

Menjelang penampilannya di Piala Sudirman 2017 di Gold Coast Australia, Tontowi Ahmad terus mempersiapkan penampilannya dengan menjalani berbagai latihan ekstra. Untuk membuat tim semakin kompak, 19 pemain inti termasuk Tontowi pun telah menjalani simulasi kompetisi Piala Sudirman ini pada hari Sabtu 13/05 minggu lalu.

 

Kekalahan Tontowi pada pertandingan simulasi

Pada pertandingan uji coba atau simulasi tersebut yang menjadi pasangan Tontowi adalah Gloria Emmanuelle Widjaja. Pasangan yang memperkuat tim Elang tersebut akhirnya memperoleh kekalahan sebanyak 2 game dar pasangan Ronald Alexander dan Debby Susanto. Tetapi walaupun kalah, Tontowi mengatakan sebagaimana yang dikutip oleh Badmintonindonesia, bahwa dia optimis dengan penampilannya di Gold Coast Australia nanti.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Ronald – Debby pada pertandingan simulasi tersebut berhasilkan menampilkan performa terbaiknya. Owi mengatakan bahwa kekalahan pada pertandingan simulasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki performanya di masa mendatang. Meskipun demikian ia siap tampil all out sebagai salah satu penggawa Indonesia pada ajang Gold Coast tersebut walaupun tak didampingi Liliyana Natsir. Penyebab absennya Liliyana kali ini sehingga tak dapat turun untuk membela Indonesia adalah karena cedera yang menimpanya.

 

Lebih jauh ia mengatakan bahwa pertandingan uji coba kemarin sangat baik bagi para pemain karena dapat mengukur kemampuan. Simulasi tersebut juga merupakan pemanasan untuk pertandingan beregu nantinya. Keberangkatan tim Indonesia ke Gold Coast Australia adalah pada hari Rabu 17 mei 2017, sementara pertandingan piala Sudirman sendiri akan dilangsungkan mulai tanggal 21 Mei 2017 sampai 28 Mei 2017.

 

Tim Garuda sapu bersih kemenangan pada pertandingan uji coba

Pertandingan simulasi yang digelar di Pelatnas Cipayung pada hari minggu 14 Meti 2017 jelang piala Sudirman tersebut dimenangkan oleh Tim Garuda dengan atlet-atlet yang memperkuatnya adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon. Pada simulasi ini tim Indonesia dibagi menjadi dua tim yaitu Garuda dan Elang serta keduanya beradu dengan kemampuan domino qiu qiu maksimalnya  selayaknya pertandingan pada Piala Sudirman yang sesungguhnya.

 

Pertandingan uji coba  tersebut dikatakan oleh Jonathan Christie yang terjun pada nomor tunggal putra sangat bermanfaat karena dapat menghadirkan suasana bertanding yang sesungguhnya. Pada pertandingan tersebut Jonathan sukses mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting dengan kompetisi yang sangat ketat hingga tiga game. Seperti yang dikutip oleh laman resmi PBSI, Jonathan menyatakan bahwa ia memperoleh lebih banyak pelajaran bagaimana caranya bermain stabil di luar tekanan. Pada game pertama ia bahkan sudah ketinggalan jauh dari Anthony.

 

Berikut adalah hasil pertandingan uji coba antara Tim Garuda VS Tim Elang

Ganda Putra      :           Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon vs Mohammad

Ahsan/Angga Pratama

Skor                 :           19-21, 21-17, 21-10

 

Tunggal Putri     :           Fitriani vs Dinar Dyah Ayustine

Skor                 :           21-15, 19-21, 21-18

 

Tunggal Putra    :           Jonatan Christie vs Anthony Sinisuka Ginting

Skor                 :           5-21, 21-18, 21-16

 

Ganda Putri       :           Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari vs Greysia Polii/ Apriani Rahayu

Skor                 :           21-16, 21-16

 

Ganda Campuran:         Ronald Alexander/Debby Susanto vs Tontowi Ahmad/Gloria Emanuelle Widjaja

Skor                 :           23-21, 22-20

 

Piala Sudirman sendiri adalah kompetisi beregu campuran yang mempertandingkan lima nomor  dalam sebuah tim yaitu tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Ajang ini digelar pertama kali di tahun 1989 dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya sekaligus pemegang gelar juara. Inilah gelar satu-satunya untuk tanah air hingga saat ini.