Rafa Benefiz dan Slaven Bilic Tertarik untuk Menukar Pemain Mereka

Slaven Bilic, manajer dari West Ham, nampaknya bakal memberikan ijin kepada pemainnya, Adrian, untuk angkat kaki dari Newcastle apabila mereka mendatangkan Karl Darlow ke London Stadium sebagai ganti dirinya.

Saling Tukar Menukar

Seperti yang publik ketahui bahwa jajaran penjaga gawang The Hammers pada musim panas ini sudah banyak mengalami banyak pergantian. Dan setelah kedatangan sang penjaga gawang nomer 1 asal Inggris, Joe Hart yang datang dengan kontrak pinjaman selama 1 musim dari Manchester City, maka Darren Radolph malah justru memilih untuk angkat kaki dari City. Setelah itu ia bersedia dengan sangat bergabung dengan skuat Middlesbrough dengan mahar transfer sebesar 5 juta pounds atau setara dengan Rp. 85 milyar.

Dan nampaknya bukan Cuma Randolph yang bakal meninggalkan City pada jendela transfer kali ini, namun juga Adrian juga sangat berpotensi untuk pindah ke klub yang lainnya. Hal ini dikarenakan ia ingin sekali bisa mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak lagi. Dan Crystal Palace yang kabarnya sudah berdiskusi dengan pihak West Ham mengenai transfer pemain itu.

Crystal Palace bukanlah satu-satunya pemain yang tertarik dengan kemampuan sang pemain handal 30 tahun itu. Newcastle pun juga dilaporkan berminat untuk mendatangkan pemain asal Spanyol tersebut. Dan Rafa Benitez juga mempunyai keuntungan dalam hal negosiasi. Dan menurut salah satu media, The Chronicles, Slaven Bilic tertarik untuk bisa mendapatkan Darlow dari Newcastle sebagai bagian dari perjanjian transfer untuk Adrian.

Penjaga gawang 26 tahun itu sengaja tidak diturunkan ke lapangan untuk bermain saat The Magpies melawan Bradford. Hal ini dikarenakan untuk menghindari kemungkinan cedera yang bisa menghambat potensi transfer. Dan Darlow merupakan pemain yang sangat tepat untuk West Ham untuk sekarang ini, di mana mereka membutuhkan pemain dewa poker yang bisa menjadi pendukung untuk Hart pada musim depan.

Ditambah lagi dengan situasi Benitez yang amat sangat memerlukan penjaga gawang, maka kemungkinan besar ia juga bersedia untuk melepaskan Darlow demi mendapatkan Adrian.

West Ham diakui lebih Baik

Klub West Ham menjadi sorotan akhir-akhir ini. dan pemainnya, Marko Arnautovic, meskipun baru saja bergabung dengan West Ham dalam hitungan hari, berani menebar perang urat syaraf dengan mantan klubnya, Stoke City. Dengan terang-terangan, ia mengatakan bahwa West Ham adalah klub yang lebih besar dan lebih baik dari Stoke. Pemain asal Austria ini mengatakan, “West Ham adalah klub yang lebih besar dan juga lebih ambisius. Mereka telah melakukan hal yang amat sangat luar biasa dengan merekrut Hernandez, Zabaleta, dan Hart serta saya.”

Pemain yang direkrut oleh West Ham dengan harga lebih dari 400 milyar itu dikontrak selama 5 tahun dan juga menjadi rekor pembelian paling tinggi dalam sejarah klub tersebut. Ia juga mengutarakan niatnya, “Saya akan berlatih dengan keras di sini dan akan memberikan segalanya. Saya juga tak sabar untuk menghadapi pertandingan Liga Premier Inggris yang pertama untuk melawan Manchester United.”

Sebelumnya, kepergian dirinya sempat juga membuat berang presiden klub dari Stoke City yakni Peter Coates. Sang presiden klub menuduh jika pemain 28 tahun itu “tidak tahu diri” karena ia meninggalkan klub yang sudah membangun kembali karirnya. Sebelum ia dibeli Stoke, karir Arnautovic sempat juga menjadi cukup baik pada awalnya di Werder Bremen. Akan tetapi, pada bulan April tahun 2013 yang lalu ia tertangkap basah mengonsumsi narkoba bersama dengan rekannya, Eljero Ella.

MU Seharusnya Tak Melepaskan Pemain-Pemain Ini

Demi mengembalikan namanya sebagai klub besar Inggris MU tak ragu merekrut para pemain baru yang masih segar untuk bisa berkompetisi dalam meraih gelar pada Liga Inggris di musim depan. MU memang telah melepaskan beberapa pemain yang dianggap sulit berkompetisi, tetapi The Red Devils juga sudah mempunyai banyak pengalaman yang keliru dalam menjual pemain. Beberapa seharusnya tak dilepaskan karena mereka mampu menunjukkan performa togel online memikat pada klub barunya. Dalam menghadapi kebijakan transfer pemain, manajer sekelas Sir Alex Ferguson pun ternyata juga bisa salah. Faktanya Ferguson justru menjual pemain yang masih diperlukan tim. Tetapi MU kini ditangani oleh Jose Mourinho yang dikenal sangat cermat dalam transfer pemain. Ia memang tak ingin membuat kesalahan dalam menjual pemain. Nah berikut ulasannya bagi Anda.

 

Deretan pemain yang seharusnya tak pernah dilepaskan oleh MU

Berikut ini adalah beberapa pemain MU yang seharusnya tak pernah dijual sebagaimana dikutip dari Talksports.

 

Gerard Pique

Pada tahun 2008 Gerard Pique pindah ke Barcelona dengan nilai transfer hanya 5 juta poundsterling. Ini dapat dikatakan kesalahan terbesar Alex Ferguson. Bagaimana tidak, Pique langsung menjelma menjadi bek papan atas dunia semenjak bergabung dengan Barcelona. Bersama Carles Puyol sedikit demi sedikit ia terus membuktikan diri sebagai bek terbaik di dunia.

 

Beragam piala telah sukses diboyong bersama Barcelona, yaitu Piala Dunia Antar Klub, Liga Champions, Cope del Rey, serta La Liga. Pique pun sukses mengangkat trofi Piala Eropa dan Piala dunia bersama timnas Spanyol. Selama ini MU kesulitan mendapatkan pengganti Nemanja Vidic serta Rio Ferdinand. Seandainya Pique tak dijual, tentu The Red Devils akan memiliki lini belakang yang lebih kuat.

 

Diego Forlan

Diego Forlan memang pernah mengalami mendapatkakan gelar juara Liga Inggris 2002-2003 bersama The Red Devils, tetapi posisinya pada saat itu hanyalah striker pelapis. Selain itu Forlan juga berperan dalam memenangkan Piala FA 2004. Ia memang pemain yang tak pernah mengecewakan Alex Ferguson saat diturunkan sebagai pengganti. Masalahnya ia jarang mendapat kesempatan untuk memperlihatkan performanya. Inilah sebabnya Forlan memilih keluar dari Old Trafford di tahun 2004.

 

Pemain berkebangsaan Uruguay itu akhirnya memilih pindah ke Villareal dan hanya pada musim pertamanya ia sukses menyarangkan hingga 25 gol ke gawang lawan sekaligus meraih gelar top scorer La Liga. Saat bersama Atletico Madrid, Forlan juga masih rajin dalam urusan mencetak gol ke gawang tim rival.

 

Jaap Stam

Sebelumnya MU memang membeli Jaap Stam dari PSV Eidhoven dengan harga yang mahal, yaitu mencapai 10.5 juta poundsterling dan Stam turut berperan dalam mengantar The Red Devil merebut treble winner di tahun 1999.

 

Ia dapat diibaratkan dengan batu karang pada pertahanan MU. Tetapi sayangnya ia hanya bertahan selama 3 musim karena Alex Ferguson memutuskan untuk melegonya ke Lazio tak berapa lama pasca buku autobiografi Stam dipublikasikan. Dalam buku tersebut Stam menuduh Ferguson melakukan pendekatan illegal saat membelinya dari PSV. Konon inlah yang membuat Ferguson akhirnya menyuruhnya hengkang ke Lazio.

 

Ferguson tentu saja menampik tuduhan tersebut dan menyatakan tawaran sebesar 16.5 juta poundsterling dari Lazio bagi Stam yang memang sulit ditolak. Kenyataannya bersama Lazio ia menjelma menjadi bek kelas dunia. MU pun membeli Laurent Blanc sebagai pengganti tetapi ini tak berjalan baik. MU tetap saja kehilangan gelar liga Inggris karena direbut Arsenal pada musim berikutnya.

 

Cristiano Ronaldo

MU memang untung besar saat menjual Ronaldo ke Real Madrid di tahun 2009 dan sukses menjadikannya pemain termahal di dunia, tetapi tentu saja MU kehilangan kualitas Ronaldo yang bersama Real Madrid menjelma menjadi legenda dengan torehan golnya yang luar biasa. Hanya dapat  waktu 4 tahun, pesepakbola yang juga selebriti ini sukses menyarangkan lebih dari 200 gol bagi Real Madrid. Tentu saja sulit untuk mencari pengganti sepadan.

 

Yerry Mina Segera Bergabung Dengan Barcelona

Agen Yerry Mina telah mengkonfirmasi bahwa kliennya akan segera bergabung dengan klub terbesar La Liga, Barcelona, untuk mendukung timnya pada musim 2018 mendatang.

Masih ada satu musim bersama Palmeiras

Yerry Mina adalah salah seorang bek yang masih berusia sangat muda namun telah mencuri perhatian dunia sepak bola sekarang ini. Pemain yang sekarang ini berusia 22 tahun tersebut berhasil membuat Palmeiras meraih juara Liga Brasil pada musim pertamanya setelah diboyong dari Santa Fe.

Mina sempat dikabarkan akan melanjutkan setahun lagi membela Palmeiras untuk mempertahankan satu posisi di jajaran timnas Kolombia menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2018. Meski demikian, Mina dikabarkan akan tetap segera terbang menuju markas Barcelona.

Felipe Russo selaku agen Yerry Mina mengutarakan kepada football Espana bahwa untuk sekarang ini Yerry Mina akan tetap berada di Brasil, namun pada tahun 2018 ia akan segera mendarat di Spanyol untuk bermain di La Liga.

Russo mengatakan bahwa bermain untuk Barcelona adalah mimpi seorang Mina dari sejak lama. Maka ia tidak akan mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang telah menghampirinya, yang mana menurut Russo juga salah satu jalan kesuksesan untuk Mina.

Walaupun begitu, Mina akan tetap berada di Palmeiras untuk satu musim lagi karena ia merasa bahagia berada di sana dan ingin membawa Palmeiras bermain di ajang piala dunia. Menurut agen Mina, hal ini sudah pasti akan terjadi.

Yerry Mina sering dihubungkan dengan Barcelona sejak musim lalu dan sekarang muncul kabar jika proses tawar menawar diantara mereka sudah hampir dipastikan mencapai kesepakatan.

Sampai sejauh ini Yerry Mina berhasil meraih sembilan caps di timnas senior Kolombia. Di akhir musim lalu Mina berhasil menembus tim terbaik di Liga Brasil dan berharap dia bisa mengulang kesuksesannya di Brasil satu musim lagi sebelum terbang menuju La Liga.

Herrera batal bergabung dengan Barcelona

Di sisi lain, gelandang andalan tim raksasa Inggris, Manchester United, Ander Herrera, mengatakan bahwa sampai sekarang ini tidak ada pihak Barcelona yang berusaha melakukan pendekatan terhadap dirinya. Herrera juga dikabarkan akan memperpanjang kontraknya di Stadion Old Trafford.

Ernesto Valverde yang ditunjuk selaku pihak yang mewakili Barcelona membuat spekulasi ada kemungkinan Herrera akan kembali dengan pelatih lamanya saat mereka membela tim Athletic Bilbao.

Pemain yang kini berusia 27 tahun ini tinggal menyisakan satu tahun kontrak bersama Manchester United, tapi ada kabar yang berhembus bahwa tim Setan Merah akan berusaha memperpanjang kontraknya dan menambah gajinya agar Herrera mau bertahan di Old Trafford.

Herrera yang bermain di posisi gelandang ini pun membantah bahwa ia akan hengkang dari MU, ia mengatakan bahwa ia sangat bahagia membela United. Ia juga mengungkapkan keberadaannya sangat dihargai dan bisa lebih fokus untuk menjalani karir bandar togel sgp di Inggris.

Manchester United baru saja menang melawan klub asal negeri paman sam, LA Galaxy dengan skor akhir 5-2 yang menjadi kesempatan bagi striker baru mereka, Romelu Lukaku untuk melakukan debutnya.

Herrera justru merasa kecewa karena Alvaro Morata yang tidak jadi bergabung dengan Manchester United setelah pelatih mereka, Jose Mourinho memberikan kepastian tidak akan mendatangkan sang penyerang timnas Spanyol di musim ini.

Herrera mengaku sangat menginginkan Morata sebagai rekan satu tim, mereka mengaku berhubungan dekat namun sayang sekali tidak bisa bergabung dalam waktu dekat. Meski demikian, Herrera berharap apapun yang terbaik bagi Morata

Mario Mandzukic Pemain Terbaik Juventus VS Monaco

Juventus baru saja memenangkan pertandingan melawan Monaco yang berlangsung di Juventus Stadium rabu dini hari WIB tanggal 10 Mei 2017.  Kemenangan itu tentu saja tidak terlepas dari peran para pemain, yang telah berjuang dari leg pertama hingga pertandingan selesai. Saat laga berlangsung, para penonton mungkin fokus pada salah satu pemain yaitu Daniel Alves. Ya, karena Alves berhasil menyumbangkan satu gold an satu assist. Tak hanya itu saja, Alves juga menjebol gawang Monaco dengan cara yang cukup spektakuler.

 

Mario Mandzukic Berperan Penting Dalam Kemenangan Juventus

Tapi, jika dilihat dengan kaca mata lain. Ya, dari sisi strategi penyerangan, ternyata ada nama yang patut diacungi jempol, Mario Mandzukic. Pria yang berusia 30 tahun itu, seharusnya mendapatkan ucapan terimakasih dari Juventus. Peran dari pemain asal Kroasia itu tak hanya berperan penting dalam pencetakan gol pertama yang dilakukan oleh Juventus di menit ke 33. Tapi dia juga memiliki andil yang besar dalam strategi yang diterapkan oleh Massimilliano Allegri, sang pelatih, terutama dalam menjaga penguasaan bola pada pertandingan yang baru saja terjadi.

 

Monaco yang menjadi lawan dalam pertandingan, mengalami perubahan skema, akibat salah satu pemainnya, Nabil Dirar mengalami cedera Judi bola saat pemanasan. Formasinya permainannya pun dirubah menjadi 3-4-1-2, yang sebelumnya 4-4-2. Hal tersebut tentu saja membuat para pemain Juventus perlu menyesuaikan diri dengan pola permainan anak didikan Leonardo Jardim.

 

Tak hanya itu saja, Monaco juga bermain dengan pressing garis pertahanan tinggi. Klub yang bermarkas di Stade Louis II itu terus berupaya untuk mengganggu build up serangan dari The Old Lady, karena biasanya diawalnya dari umpan pendek Gianluigi Buffon pada pemain belakang. Ditambah The Girlfriend of Italy masih memiliki Leonardo Bonucci, yang merupakan pemain bertahan.

 

Mario Mandzukic Sukseskan Duel Udara

Bila melihat laga yang berlangsung kemarin, para penonton dapat mengetahui kalau pressing Monaco telah membuat Buffon cs tak dapat melakukan umpan pendek, karena dapat terlihat kalau Juventus tidak sedikit mengandalkan umpan panjang langsung ke depan. Tapi meskipun begitu, umpan panjang dari Juventus, bukan berarti Bianconeri membuang bola secara sembarangan. Hal itu dapat dikatakan demikian, karena anak asuhan Massimilliano Allegri terus saja mengarahkan bola ke kedua sayap, selama pertandingan berlangsung.

 

Upaya tersebut dilakukan karena Juventus telah mengetahui kelemahan dari skema permainan yang diterapkan oleh Monaco. Dan pihak Juve ingin memanfaatkan semaksimal mungkin sisi kelemahan dari Monaco. Ya, lini pertahanan Monaco terlihat berantakan, setelah mereka gagal melakukan penyerangan. Lini transisi dari menyerang ke bertahan tidak terorganisir dengan benar.

 

Dan ternyata kekurangan Monaco dapat segera disadari oleh para pemain Juventus, sehingga dapat segera menguasai permainan, walaupun pada 15 menit awal, terlihat kerepotan mengimbangi anak-anak Leonardo Jardim.  Sehingga umpan-umpan panjang yang dilontarkan Buffon cs tidak membuat mereka lepas dari penguasaan bola. Dalam tindakan tersebut, tentu saja ada pemain yang berperan penting. Ya, Mario Mandzukic. Kenapa demikian? Karena Mario Mandzukic selalu dapat menjaga penguasaan bola, setiap kali ada bola panjang yang mengarah padanya. Tentu saja hal itu tidak mudah untuk dilakukan.

 

Penilaian tersebut dapat terbaca setelah melihat peran Mandzukic dalam laga yang dilakoninya. Dari 24 duel udara Juventus, ternyata 12nya dilakukan oleh Mandzukic. Tak hanya itu saja, dari dalam 12 duel udara, 10 diantaranya juga sukses dimenangkan oleh pria kelahiran Slavonski Brod, SPF Yugoslavia itu. Selain itu, dua kali operan kepalanya juga berhasil menjadi umpan kunci.

Terapkan Skema 3 Bek, Monaco Berhasil Ditaklukkan Juventus

Rabu dini hari WIB 10 Mei 2017, Monaco telah berhasil ditaklukkan oleh Juventus dengan skor 1-2 yang berlangsung di Juventus Stadium. Dengan hasil tersebut tentu saja dapat dipastikan bahwa langkah anak asuh Leonardo Jardim harus terhenti di semifinal pada Liga Champions 2016/2017. Maka, Juventus pun mengantongi tiket menuju final dengan agregat 4-1.

 

Monaco Terapkan Formasi Dengan 3-4-1-2

Pada 15 menit pertama pertandingan dimulai, Gianluigi Bufon cs memang terlihat kerepotan menghadapi lawannya, tapi setelahnya hingga leg kedua, Juventus nampak lebih superior dibandingkan Monaco. Tak hanya itu saja, laga yang dilangsungkan di kandang sendiri itu, membuat anak didikan Massimiliano Allegri nampak nyaman dan dominan ketika melakukan penyerangan.

 

Hal itu berbeda dengan sisi kubu Monaco, karena terjadi insiden yang tidak diinginkan. Ya, salah satu pemainnya, Nabil Dirar mengalami cedera ketika pemanasan. Padahal pria kelahiran 25 Februari 1986 itu telah dipersiapkan untuk bermain sejak di menit pertama. Karena terjadi kecelakaan tersebutlah, formasi andalan mereka 4-4-2, diganti menjadi 3-4-1-2.  Adanya perubahan tersebut tentu saja berdampak ekstrem pada tim.

 

Satu jam sebelum laga dimulai, pihak Monaco meluncurkan nama-nama pemainnya yang akan bertanding dan ada Nabil Dirar disana. Meskipun ada perubahan di bagian bek kanan Poker online karena telah disediakan Andrea Raggi, sedangkan gelandang tengah terdapat Joao Moutinho dan Tiemoue Bakayoko. Tapi saat Dirar cedera, nampak perubahan yang cukup besar, karena pada bagian sayap justru diisi oleh Benjamin Mendy, bukan Thomas Lemar. Padahal saat konferensi Pers, Leonardo Jardim mengungkapkan kalau Mendy belum pulih 100% dari cedera, sehingga tidak siap untuk berlaga.

 

Kegagalan Monaco Dengan 3 Bek

Pola bermain Monaco 3-4-1-2 hanya diterapkan saat menyerang saja, tapi ketika menguasai bola, pola formasinya 4-4-2 atau 4-2-3-1. Saat laga berlangsung, Kylian Mbappe bermain agak melebar ke kiri. Hal tersebut kemungkinan untuk mengekspoitasi sisi kanan pertahanan dari Si Nyonya Tua yang diisi Andrea Barzagli dan Daniel Alves.

 

Saat penerapan pola bermain yang demikian, nampak anak Jardim dapat menciptakan dua peluang di 15 menit pertama. Hal itu menunjukkan bahwa skema yang telah dibuat, terlihat efisien untuk menghadapi Bufon cs. Karena Juventus baru saja membuat peluang di menit ke 16. Tak hanya itu saja, Monaco juga menerapkan pressing dengan garis pertahanan yang tinggi.

 

Saat itu, Juventus nampak tidak siap dengan perbedaan pendekatan strategi yang diterapkan oleh Monaco pada leg pertama. Tapi ternyata, hal itu tidak berlangsung lama, karena Juventus perlahan dapat mengontrol laga. Mereka dapat menguasai bola lebih lama dan dapat melakukan serangan balik cepat. Meskipun begitu, untuk penyerangan, mereka menunggu saat yang tepat.

 

Skema yang baru saja dibentuk oleh Leonardo Jardim tidak menggoyahkan Juventus  terlalu lama, karena ternyata Buffon dkk dapat melihat kelemahannya. Hal itu terjadi saat lini pertahanan Monaco terlihat berantakan, setelah mereka gagal melakukan penyerangan. Lini transisi dari menyerang ke bertahan tidak terorganisir dengan benar dan rapi. Celah itulah yang dijadikan peluang untuk Juventus,

 

Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Juventus untuk menjebol gawang Monaco. Saat gagal saat sepak pojok, Juventus meluncurkan serangan balik dari sisi kiri, dengan memanfaatkan Alex Sandro. Serangan berlanjut dengan adanya Paulo Dybala yang berada di depan kotak penalti. Dia sangat leluasa menguasai bola dan memindahkkan serangan ke bagian kanan, pada Daniel Alves. Kemudian Alves memberikan umpan secara silang tajam ke Mario Mandukic .